Oktober 7, 2015

“Western dream” is an illusion

Posted in Dinul Islam tagged , pada 8:59 am oleh fuad

Sharing dari bro Ali Camarata tentang kehidupan di USA, beliau adalah muallaf yang sekarang tinggal di Indonesia.

Beliau bercerita tentang bagaimana nikmat nya hidup di Indonesia dibandingkan USA, bahkan beliau tidak ingin pulang kembali ke USA.

“People don’t always understand the way Indonesia is better than the US but get impressed with the possible money income”

“but so hard to explain how
Indonesia is superior in ways that are intangible and hard to explain.”

“, I tried to explain the same thing to him that the “Western dream” is an illusion… but I don’t think the teenage son understood it. I hope everyone here does. You have it very good living in Indonesia… It is blessed in the “unseeable” and intangible ways”

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Desember 8, 2014

Jadilah Da’i Dengan Harta Anda

Posted in Dinul Islam tagged , pada 11:58 am oleh fuad

September 27, 2013

Beberapa Kaidah Penting Dalam Beragama

Posted in Dinul Islam, Kehidupanku tagged , , , , pada 7:08 am oleh fuad

Empat Kaidah Utama Dalam Memahami Tauhid

1. Orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengakui dan menyembah Allah Ta’ala sebagai pencipta dan pengatur segala urusan.
2. Orang-orang musyrik tersebut mengatakan, “Kami tidaklah berdoa kepada mereka sesembahan selain Allah dan bertawajjuh (menggantungkan harapan) kepada mereka melainkan hanya dalam rangka mencari kedekatan diri di sisi Allah dan untuk mendapatkan syafa’at”.
3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di utus di tengah-tengah masyarakat yang memiliki peribadatan yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang beribadah kepada malaikat. Ada pula yang beribadah kepada para nabi dan orang-orang saleh. Ada juga di antara mereka yang beribadah kepada pohon dan batu. Dan ada pula yang beribadah kepada matahari dan bulan. Mereka semua sama-sama diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
4. Orang-orang musyrik terdahulu hanya berbuat syirik di kala lapang dan beribadah (berdoa) dengan ikhlas di kala sempit. Sedangkan orang-orang musyrik di masa kita melakukan syirik secara terus menerus, baik ketika lapang ataupun ketika terjepit.

Simak lebih lengkap di artikel Empat Kaidah Utama Dalam Memahami Tauhid

Delapan Kaidah Penting untuk Muslim dan Muslimah

1. Wajib tunduk terhadap hukum Allah Ta’ala dan Rasul-Nya
2. Sunnah Nabi adalah satu-satunya jalan keselamatan
3. Syi’ar kaum beriman adalah ‘sami’naa wa atha’naa’ (kami dengar lalu kami pun menaatinya)
4. Syi’ar kaum yang binasa adalah ‘sami’naa wa ‘ashainaa’ (kami dengar lalu kami mendurhakainya)
5. Mengikuti ulama atau umara dalam menghalalkan yang Allah haramkan atau mengharamkan yang Allah halalkan termasuk sikap menjadikan mereka sebagai sesembahan
6. Tidak boleh menentang hadits shahih dengan pendapat seseorang
7. Cara memahami Al Kitab dan As Sunnah adalah dengan mengikuti salafush shalih
8. Innamal a’maalu nin niyaat

Simak penjelasannya dalam artikel Delapan Kaidah Penting untuk Muslim dan Muslimah (1) dan Delapan Kaidah Penting untuk Muslim dan Muslimah (2).

Sumber: http://muslim.or.id/aqidah/beberapa-kaidah-penting-dalam-beragama.html

September 29, 2012

Ringkasan Buku Mulia dengan Manhaj Salaf

Posted in Dinul Islam tagged , pada 9:50 am oleh fuad

Prinsip Terpenting Manhaj Salaf dalam Aqidah:
1. Sumber Aqidah adalah Kitabullah (Al-Qur-an), Sunnah Rasulullah sallallahualaihiwasallam yang shahih dan Ijma’ Salafush Shalih
2. Menjadikah Sunnah yang shahih sebagai hujjah yang mutlak
3. Memahami Nash-nash syar’i berdasarkan perkataan ulama salaf, Tafsir Mereka, dan Pendapat yang dinukil dari mereka
4. Menerima wahyu sepenuhnya dan mempergunakan akal menurut fungsi yang sebenarnya serta tidak melampaui batas dalam perkara-perkara ghaib yang tidak dapat dinalar oleh Akal
5. Menggabungkan (Mengkorelasikan) semua dalil yang ada dalam satu permasalahan
6. Mengimanai ayat-ayat yang mutasyabih dan mengamalkan ayat yang muhkam
7. Tidak mendalami ilmu kalam dan tidak mengikuti takwil ahli kalam

Sifat-sifat yang dengan nya seorang muslim berhak dikatakan Salafi:
1. Berhukum dengan AlQur’an dan Sunnah dalam semua sisi kehidupan nya
2. Berpegang pada penjelasan dari para Shahabat tentang setiap permasalahan agama secara umum dan lebih khusus lagi mengambil penjelasan mereka dalam masalah aqidah dan manhaj
3. Tidak memperdalam masalah yang tidak dapat dinalar oleh akal
4. Memperhatikan Tauhid Uluhiyah
5. Tidak berdebat dan tidak bermajelis dengan ahlul bid’ah, tidak mendengarkan perkataan mereka atau membantah syuhbat-syubhat mereka, ini adalah jalan para Salafush Shalih
6. Bersemangat dan bersungguh-sungguh menyatukan jamaah dan kalimat kaum muslimin di atas AlQur’an dan Assunnah menurut pemahaman Salaf
7. Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shalllahualaihiwasallam dalam ibadah, akhlah, dan semua sisi kehidupan sehingga mereka menjadi orang-orang yang terasing di tengah-tengah kaumnya
8. Tidak fanatik melainkan kepada firman ALLAH tabaraka wata’ala dan sabda Rasul Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak berkata dari hawa nafsu nya
9. Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar
10. Membantah setiap orang yang menyelisihi manhaj salaf, baik Muslim maupun kafir, setinggi dan serendah apapun kedudukannya, baik menyelisihnya dengan sengaja maupun karena kesalahan, dan hal itu tidak termasuk menjelekkan dan menganggap rendah, tetapi termasuk nasihat dan kasih sayang terhadap orang yang dibantah
11. Membedakan antara kesalahan yang berasal dari ulama-ulama islam yang mendasari dakwah nya yang dimulai di atas manhaj Ahlu Sunnah sehingga kesalahan nya itu termasuk ijtihad yang diberikan satu ganjaran sedang kesalahannya ditolak dan antara kesalahan-kesalahan para da’i penyeru bid’ah dari orang-orang yang mendasari dakwah mereka yang tidak dimulai dari manhaj Ahlu Sunnah sehingga kesalahan mereka terhitung sebagai perbuatan bid’ah
12. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada ALLAH dengan cara mentaati orang yang telah dijadikan ALLAH ta’ala sebagai ulil amri (pemimpin) bagi kita, tidak memberontak kepada mereka, mendo’akan mereka dengan kebaikan dan keselamatan, dengan tetap menasihati nya secara jujur
13. Hikmah dalam berdakah mengajak kepada jalan ALLAH
14. Memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu yang bersumber dari AlQur’an, Assunnah, dan atsar Salaful Ummah serta mengamalkannya dan meyakini bahwa umat ini tidak akan menjadi baik kecuali jika mereka memperhatikan ilmu dan amal shalih
15. Bersemangat melkukan Tashfiyah (pemurnian) dalam setiap bidang agama dan Tarbiyah (mendidik) generasi di atas ajaran yang telah dibersihkan tersebut

Prinsip-prinsip dakwah salafiyah:
1. Kembali kepada AlQur’an dan Assunnah menurut pemahaman Salafus Shalih
2. Berdakwah kepada Tauhid dan mengikhlaskan amal semata-mata karena ALLAH
3. Dakwah Ahlu Sunnah Salafiyyin mengajak ummat islam untuk beribadah kepada Allah dengan benar
4. Memperingatkan kaum muslimin dari bahaya syirik dan berbagai bentuk nya
5. Berdakwah kepada ittiba’ (Mengikuti sunnah Rasulullah) dan memerangi taklid buta
6. Memerangi bid’ah dan beragam pemikiran dari luar islam yang masuk ke dalam nya
7. Menuntut ilmu syar’i
8. Tashfiyah dan Tarbiyah
9. Akhlaq dan Takziyatun Nufus
10.Memperingatkan kaum muslimin dari bahaya hadis-hadis lemah, palsu, dan mungkar
11.Memerangi hizbiyah dan fanatik golongan
12.Berusaha mewujudkan kehidupan islami dan menegakkan hukum ALLAH di muka bumi.

September 6, 2012

Ilmu mendasar yang wajib diketahui oleh setiap muslim

Posted in Dinul Islam, Kehidupanku tagged , , , pada 2:30 pm oleh fuad

1.Ilmu mengenai Aqidah : Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah, Tauhid Asma’ wa Sifat, dan hal-hal lainnya mengenai Aqidah

Tiga Landasan Utama

Manhaj Aqidah Imam Syafii

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah

Kitab Tauhid

2.Ilmu mengenai Ibadah : Yaitu ilmu tata cara ibadah yang kita lakukan sehari-hari tharahah, sholat, puasa, zakat, haji

Sifat Shalat Nabi

Sifat Wudhu Nabi

Sifat Puasa Nabi

Zakat

3. Ilmu mengenai hukum halal-haram untuk setiap bidang pekerjaan yang kita geluti, termasuk di dalam nya jika kita memiliki investasi kecil-kecilan dalam satu bidang usaha. Saat ini banyak orang yang berinvestasi dengan emas, sudah tahukan kita bahwa jual beli emas tidak boleh dilakukan secara kredit?

Harta Halal Haram Muamalat Kontemporer

Catatan kajian Ramadhan ustadz Arman Amri, 1433 H

 

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim nomor 2699).

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), Ahmad (V/196), Ad-Darimi (I/98), Ibnu Hibban (88 – Al-Ihsan dan 80 – Al-Mawarid), Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/275-276, no. 129), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (I/174 ,no. 173), dan Ath-Thahawi dalam Musykilul Atsar (I/429), dari Abud Darda’radhiyallahu’anhu

Mei 6, 2011

Apabila Hadits Bertentangan dengan Pendapat- Prinsip-Prinsip Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama

Posted in Dinul Islam, Kehidupanku tagged , , , pada 11:19 pm oleh fuad

Sumber: Blog Abang Dani

Inilah prinsip imam syafi’i dalam beragama, harap orang-orang yang mengaku bermadzhab syafi’i mengikuti prinsip imam mereka ini:

Imam Syafi’i telah berwasiat emas kepada kita semua apabila ada hadits yang bertentangan dengan pendapat kita, maka hendaknya kita mendahulukan hadits dan berani meralat pendapat kita.

Imam Ibnu Rojab berkata: “Adalah Imam Syafi’i sangat keras dalam hal ini, beliau selalu mewasiatkan kepada para pengikutnya untuk mengikuti kebenaran apabila telah nampak kepada mereka dan memerintahkan untuk menerima sunnah apabila datang kepada mereka sekalipun menyelisihi pendapat beliau”.[10]

Syaikh Jamaluddin Al-Qosimi juga berkata: “Imam Syafi’i sangat mengangungkan Sunnah, mendahulukan sunnah daripada akal, kapan saja sampai kepada beliau sebuah hadits maka beliau tidak melampui kandungan hadits tersebut”.[11]

Banyak sekali bukti akan hal itu. Cukuplah sebagian nukilan berikut sebagi bukti akan hal itu:

1. Robi’ (salah seorang murid senior Syafi’i) berkata: “Saya pernah mendengar Imam Syafi’i meriwayatkan suatu hadits, lalu ada seorang yang hadir bertanya kepada beliau: “Apakah engkau berpendapat dengan hadits ini wahai Abu Abdillah? Beliau menjawab:

مَتَى رَوَيْتُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ حَدِيْثًا صَحِيْحًا وَلَمْ آخُذْ بِهِ، فَأُشْهِدُكُمْ أَنَّ عَقْلِيْ قَدْ ذَهَبَ

“Kapan saja saya meriwayatkan sebuah hadits shohih dari Rasulullah kemudian saya tidak mengambilnya, maka saksikanlah dan sekalian jama’ah bahwa akalku telah hilang”.[12]

2. Imam Syafi’i juga berkata:

يَا ابْنَ أَسَدٍ اقْضِ عَلَيَّ حَيِيْتُ أَوْ مِتُّ أَنَّ كُلَّ حَدِيْثٍ يَصِحُّ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ فَإِنِّيْ أَقُوْلُ بِهِ وَإِنْ لَمْ يَبْلُغْنِيْ

“Wahai Ibnu Asad, putuskanlah atasku, baik aku masih hidup atau setelah wafat bahwa setiap hadits yang shahih dari Rasulullah, maka sesungguhnya itulah pendapatku sekalipun hadits tersebut belum sampai kepadaku”.[13]

3. Al-Humaidi (salah seorang murid Syafi’i) berkata: “Suatu kali Imam Syafi’i meriwayatkan suatu hadits, lalu saya bertanya kepada beliau: Apakah engkau berpendapat dengan hadits tersebut? Maka beliau menjawab:

رَأَيْتَنِيْ خَرَجْتُ مِنْ كَنِيْسَةٍ، أَوْ عَلَيَّ زُنَّارٌ، حَتَّى إِذَا سَمِعْتُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيْثًا لاَ أَقُوْلُ بِهِ وَلاَ أُقَوِّيْهِ؟

“Apakah kamu melihatku keluar dari gereja atau memakai pakaian para pendeta sehingga bila aku mendengar sebuah hadits Rasulullah, aku tidak berpendapat dengan hadits tersebut dan tidak mendukungnya?!!”.[14]

“Dalam ucapan ini terdapat bantahan yang jelas bagi para ahli taklid yang taklid buta pada imam atau madzhab tertentu sehingga ketika didatangkan kepada mereka hadits Nabi yang shahih, mereka berpaling seraya mengatakan: Kami bermazdhab Syafi’i, atau madzhab kami Abu Hanifah dan sebagainya.

Lihatlah bagaimana Imam Syafi’i merasa heran dan mengingkari seorang yang bertanya kepadanya: Apakah engkau akan mengambil hadits yang engkau riwayatkan? Perhatikanlah wahai saudaraku bagaimana jawaban Imam Syafi’i, beliau menyamakan orang yang meninggalkan hadits dengan orang Nashrani yang kafir?!!!”.[15]

4. Imam Syafi’i berkata: “

إِذَا صَحَّ الْحَدِيْثُ فَهُوَ مَذْهَبِيْ

“Apabila ada hadits shohih maka itulah madzhabku”.[16]

Ucapan emas dan berharga ini memberikan beberapa faedah kepada kita:

a. Madzhab Imam Syafi’i dan pendapat beliau adalah berputar bersama hadits Nabi. Oleh karena itu, seringkali beliau menggantungkan pendapatnya dengan shahihnya suatu hadits seperti ucapannya “Apabila hadits Dhuba’ah shahih maka aku bependapat dengannya”, “Apabila hadits tentang anjuran mandi setelah memandikan mayit shohih maka aku berpendapat dengannya” dan banyak lagi lainnya sehingga dikumpulkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitab berjudul “Al-Minhah Fiima ‘Allaqo Syafi’i Al-Qoula Fiihi Ala Sihhah”.[17]

b. Hadits yang lemah dan palsu bukanlah madzhab Imam Syafi’i, karena beliau mensyaratkan shohih.

Imam Nawawi berkata menjelaskan keadaan Imam Syafi’i: “Beliau sangat berpegang teguh dengan hadits shahih dan berpaling dari hadits-hadits palsu dan lemah. Kami tidak mendapati seorangpun dari fuqoha’ yang perhatian dalam berhujjah dalam memilah antara hadits shohih dan dho’if seperti perhatian beliau. Hal ini sangatlah nampak sekali dalam kitab-kitabnya, sekalipun kebanyakan sahabat kami tidak menempuh metode beliau”.[18]

Al-Hafizh al-Baihaqi juga berkata setelah menyebutkan beberapa contoh kehati-hatian beliau dalam menerima riwayat hadits: “Madzhab beliau ini sesuai dengan madzhab para ulama ahli hadits dahulu”.[19]

c. Imam Syafi’i tidak mensyratakan suatu hadits itu harus mutawatir, tetapi cukup dengan shohih saja, bahkan beliau membantah secara keras orang-orang yang menolak hadits shohih dengan alasan bahwa derajatnya hanya ahad bukan mutawatir!!

Demikianlah beberapa contoh pengagungan beliau terhadap sunnah Nabi dan peringatan keras beliau terhadap menolak Sunnah Nabi. Maka ambilah pelajaran wahai orang yang berakal!!.

[10] Al-Farqu Baina Nashihah wa Ta’yir hlm. 9.

[11] Syarh Al-Arba’in Al-Ajluniyyah hlm. 262.

[12] Al-Faqih wal Mutafaqqih 1/389 oleh al-Khothib al-Baghdadi.

[13] Al-I’tiqod hlm. 133 oleh al-Baihaqi.

[14] Manaqib Syafi’i 1/475 oleh al-Baihaqi.

[15] Silsilah Atsar Shahihah hlm. 25.

[16] Hilyatul Auliya’ 9/170 oleh Abu Nu’aim dan dishohihkan an-Nawawi dalam Al-Majmu’ 1/63. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Ucapan ini masyhur dari beliau”. (Tawali Ta’sis hlm. 109). Dan as-Subki memiliki kitab khusus tentang ucapan ini berjudul “Makna Qoulil Imam Al-Muthollibi Idha Shohhal Haditsu Fahuwa Madzhabi”.

[17] Lihat Tawali Ta’sis hlm. 109 oleh Ibnu Hajar, Mu’jam Al-Mushonnafat Al-Waridah fi Fathil Bari hlm. 415 oleh Syaikhuna Masyhur bin Hasan Salman.

[18] Al-Majmu’ 1/28.

[19] Risalah Al-Baihaqi ila al-Juwaini sebagaimana dalam Thobaqot Syafi’iyyah 5/81.

Juli 22, 2009

Kotoran burung najis kah?

Posted in Dinul Islam tagged , , pada 6:36 am oleh fuad

Diambil dari http://blog.vbaitullah.or.id/2005/03/03/556-mengenal-najis-57-abu-ubaidah-al-atsari/

1. Kaidah: Asal segala sesuatu adalah suci, tidak boleh dikatakan najis kecuali berdasarkan dalil, sedangkan tidak ada satu dalilpun yang menajiskannya baik nash Al-Qur’an, hadits, ijma’ maupun qiyas. Ini menunjukkan semua hal (kotoran burung, dan binatang lain) jika tidak ada dalil yang menajiskan maka tidak najis.

Baca entri selengkapnya »

April 27, 2009

Kok d Jakarta banyak masjid yang ada kuburannya

Posted in Dinul Islam, Kehidupanku tagged , pada 9:11 am oleh fuad

Entah karena nasib saya yang kurang beruntung atau bagaimana, tapi selama saya berkunjung ke Jakarta, seringkali mendapati masjid yang di dalam nya ada kuburan. Dibandingkan dengan masa hidup yang lebih lama di Jogja (5 tahun) di sana saya sama sekali belum pernah melihat masjid yang sekompleks dengan kuburan. Jadi heran juga katanya barometer perkembangan Indonesia, kota termaju di Indonesia, tapi masih saja hal-hal takhyul seperti itu tetap dilestarikan. Apakah mereka tidak tahu kalau menyatukan masjid dan kuburan sangat dilaknat oleh Rasulullah sallahualaihiwasallam begitupun sholat di dalam nya.

Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashara, karena mereka menggunakan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat shalat. (  Al-Bukhary, 3/156, 198; 8/114; Muslim, 2/67 dan lain-lainnya. Sanadnya shahih)

Allah memerangi orang-orang Yahudi, karena mereka menggunakan kuburan para nabi-Nya sebagai tempat shalat (A l-Bukhary, 2/422; Muslim, Abu Awanah dan Abu Daud, 2/71;
Ahmad, 2/284; abu Ya’la dalam Musnad-nya, 1/278; Ibnu Asakir, 14/367, dari Sa’id bin Al-
Musayyab)

Download penjelasan dari Syaikh Al-Albani

Laman berikutnya

%d blogger menyukai ini: