September 10, 2012

Sekilas Tentang Manhaj

Posted in Dinul Islam tagged pada 11:36 pm oleh fuad

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Salawat dan salam semoga terus terlimpah kepada Nabi akhir zaman. Amma ba’du.

Sahabat seakidah -yang dimuliakan Allah- tidaklah asing bagi kita istilah-istilah di dalam islam semacam sholat, puasa, sedekah, dan lain-lain. Namun, ternyata tidak sedikit diantara kita yang masih asing dengan istilah manhaj. Apa sih manhaj itu?

Manhaj secara bahasa artinya adalah jalan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), Bagi setiap umat diantara kalian maka Kami jadikan untuknya syir’ah dan manhaj. (QS. Al-Ma’idah: 48). Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma menerangkan, maksudnya adalah ‘jalan dan sunnah/tuntunan’ (lihat Manhaj as-Salaf ash-Shalih fi Tarjih al-Mashalih, hal. 34 oleh Syaikh Ali al-Halabi)

Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa ‘manhaj’ itu serupa dengan istilah metode atau jalan. Akan tetapi yang dimaksud di sini adalah metode dan jalan beragama. Tercakup di dalamnya ilmu, amal, dan dakwah. Sehingga kita mengenal adanya manhaj dalam tholabul ilmi (menimba ilmu). Ada manhaj dalam beramal -sehingga dikenal istilah tafadhul bainal a’maal/perbedaan keutamaan amalan- dan kriteria seperti apakah amalan yang benar menurut kacamata syari’at. Kemudian, kita juga mengenal istilah manhaj dalam hal dakwah; artinya bagaimana metode yang benar dalam berdakwah.

Manhaj ini pulalah yang terkadang disebut oleh Allah -di dalam al-Qur’an- dengan istilah sabilul mukminin -jalan orang-orang beriman- sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya), Barangsiapa yang menentang rasul setelah jelas baginya petunjuk, dan dia justru mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, maka Kami akan membiarkan dia tersesat di dalam penyimpangan yang dia pilih, dan Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam. Sesungguhnya Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An-Nisaa’: 59)

Apakah manhaj itu penting? Ooh.. tentu saja ia sangat penting. Bahkan, apabila kita cermati ayat di atas ternyata Allah memberikan ancaman yang sangat keras kepada orang-orang yang menyimpang dari sabilul mukminin, atau dengan kata lain menyimpang dari manhaj orang-orang beriman. Allah ancam siapa pun yang menyimpang dari jalan itu bahwa mereka akan terombang-ambing dalam kesesatan dan di akhirat akan dijerumuskan ke dalam Jahannam, na’uudzu billaahi tsumma na’uudzu billaah…

Kemudian, ada pertanyaan penting yang harus kita jawab. Siapakah yang dimaksud dengan ‘orang-orang beriman’ di dalam ayat di atas? Apakah setiap orang beriman -dengan kualitas iman yang bermacam-macam- termasuk di dalamnya, sehingga ahli maksiat dan tukang bid’ah pun termasuk di dalamnya?! Jawabannya adalah seperti yang sudah diterangkan oleh Allah di dalam ayat-ayat-Nya. Demikian pula sudah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Sunnah beliau.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), Orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama yaitu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun pasti ridha kepada-Nya, dan Allah telah persiapkan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang amat besar. (QS. At-Taubah: 100)

Jadi, orang-orang beriman yang dimaksud dalam ayat di atas adalah para sahabatradhiyallahu’anhum -kaum Muhajirin dan Anshar- beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Inilah manhaj yang benar. Adapun selain itu adalah manhaj yang keliru. Allahu a’lam.

Sekilas Tentang Manhaj.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: