April 10, 2011

Tidak mau belajar agama agar tidak berdosa???

Posted in Dinul Islam pada 7:09 am oleh fuad

Sering kita mendengar perkataan sebagian orang yang tidak ingin belajar karena takut tahu akan penjelasan suatu hal/hukum yang berkaitan dengan agama islam. Alasan mereka jika tidak tahu maka mereka dimaafkan alias tidak berdosa. Berikut jawaban nya:

1. Menuntut ilmu buah/manfaat nya akan dinikmati oleh orang mengerjakan nya  di dunia. Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu ada berita di mana wanita-wanita yang berjilbab syar’i ternyata terjangkit penyakit kelamin. Yang penyakit ini tidak akan tertular kecuali jika terjadi hubungan suami istri yang berganti-ganti. Setelah diselidiki ternyata wanita-wanita tersebut merupakan penganut sekte syiah yang sangat menganjurkan pengikutnya untuk nikah mut’ah yaitu nikah dengan durasi waktu tertentu yang durasi nya disebutkan pada saat akad. Wanita-wanita ini tidak memiliki ilmu tentang haram nya nikah mut’ah bahkan mereka menyangka hal ini adalah Sunnah Rasululloh. Mereka jahil akan ilmu tentang nikah mut’ah akibatnya mereka terkena penyakit kelamin. Seandainya mereka tahu (memiliki ilmu)  tentunya mereka tidak akan mengerjakan nikah mut’ah sehingga tidak akan terkena penyakit kelamin.

2. Yang dimaafkan karena kebodohan akan ilmu agama adalah sanksi di akhirat (dosa) sedangkan akibatnya di dunia tetap akan dirasakan. Contoh nya sama dengan pada poin 1. Insyaallah jika wanita-wanita tersebut tersalah dalam melakukan dosa nikah mut’ah mereka dimaafkan/diberi udzur oleh ALLAH subhanwataala. Tetapi tetap saja mereka terkena penyakit kelamin yang diakibatkan perbuatan mereka.

3. Kebodohan yang dimaafkan adalah kebodohan yang disertai semangat belajar. Artinya orang tersebut tersalah padahal dia sudah berusaha menuntut ilmu, tetapi masalah yang dia hadapi ternyata belum dia pelajari. Karena ilmu tentang dinul islam sangat luas dan butuh proses, bisa saja seseorang penuntut ilmu terjatuh pada sesuatu yang belum ia pelajari. Adapun orang yang sengaja bodoh dan tidak ingin belajar, maka orang ini tidak masuk dalam golongan yang diberi udzur tetapi termasuk dalam orang yang BERPALING DARI AGAMA yang diancam dengan keras oleh ALLAH  dalam surat toha ayat 124-125.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS Toha 124).

Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS Toha 125)

Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”  (QS Toha 126)

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.  (QS Toha 127)

Faidah dari kajian ustadz Muhammad Nuzul, Kajian Rutin Masjid ArRachmat Slipi tanggal 2 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: