September 16, 2006

Kepastian yang bernama mati

Posted in Kehidupanku pada 4:05 am oleh fuad

Kematian adalah salah satu misteri terbesar di alam dunia ini dan setiap orang takut akan yang satu ini, padahal dalam Al Qur’an Allah SWT telah menegaskan bahwa tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan itu berarti setiap manusia yang pernah hidup di dunia pasti akan mati. Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Quran, manusia takut akan kematian disebabkan ketidaktahuan akan apa yang akan terjadi setelahnya, bagaimana nasibnya setelah kematian dan ketakutan akan nasib keluarga yang ditinggalkan. Kejadian sesudah kematian adalah sesuatu yang gaib yang menjadi objek iman, disamping hal hal gaib yang lain. Salah satu dari hikmah kematian yang dikaji oleh salah seorang ulama adalah untuk memotivasi manusia dalam kehidupan agar selalu beriman dan berusaha mengerjakan amal kebaikan menurut standar ALLAH SWT. Dengan adanya kematian yang waktunya tidak diketahui membuat seorang manusia seperti musafir yang singgah di suatu tempat , dalam keadaan seperti ini tentunya sang musafir tidak akan gegabah berleha leha di tempat persinggahannya karena ia tahu bukan itu tujuannya. Ia akan istrihat menyimpan tenaga dan mengisi perbekalan agar selamat sampai tujuan. Di samping itu dengan kematian ALLAH SWT akan menyempurnakan “nilai keadilan”. Bukankah masih banyak orang yang berbuat kebaikan tapi belum mendapatkan genjaran kebaikannya secara sempurna dan bukankah pula sekian banyak orang melakukan kejahatan dan belum mendapatkan balasan kejahatanyya.
“Jangan takut mati karena pasti terjadi, tapi takutlah akan kehidupan sesudah kematian”

4 Komentar »

  1. priandoyo said,

    mmm, saya kok ndak gitu takut mati yak. maksudnya dibanding mati, saya malah lebih takut hidup. gimana dong kalu gitu

  2. fuad said,

    Berarti mas priandoyo bukan manusia seperti biasanya, :)

  3. cyberfuad said,

    AKU BERPIKIR AKU ADA

  4. Dekisugi said,

    @ mas anjar
    hohohoho, wajar, mas. beberapa manusia memang lebih memilih untuk bunuh diri ketimbang menghadapi kenyataan hidup, kan?
    kesannya berani mati itu sudah biasa ;)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: