Juni 16, 2006

Bank Syariah

Posted in Kehidupanku pada 4:43 am oleh fuad

Bank syariah adalah bank yang segala sesuatu transkasi di dalamnya sesuai dengan syariah. sekarang ini terdapat dua istilah untuk penyebutan bank. Bank konvensional dan bank syariah. Dari penggunaan istilah ini sebenarnya sudah menggambarkan ideologi apa yang dianut oleh negara yang menggunakan istilah ini. Harusnya istilahnya diganti bank syariah –> bank konvensional dan bank konvensional–>bank syubhat( bank yang meragukan, klo tidak mau dikatakan haram).

Secara umum ada tiga karektersitik bank syariah. Pertama segala transaksinya tidak ada yang menggunakan bunga.Tidak akan melakukan transaksi yang haram. seperti meminjamkan uang untuk beli hak franchise “playboy”, meminjamkan uang untuk bikin kredit macet,dll. tapi saya belum tau apakah bank syariah akan menolak simpanan uang dari orang yang sudah terkenal jagoan korupsi. ketiga menerima dana zakat, infaq, dan sedekah dari masyarakat muslim untuk disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. klo zakat tetap disalurkan ke 8 golongan penerima zakat menurut Alqur’an.

Konsep bunga pada bank syariah diganti dengan konsep bagi hasil. di sini akan saya jelaskan sedikit implementasi salah satu produk bank syariah. yaiu untuk jenis tabungan. pada saat anda menabung ke bank syariah. Anda akan diberikan persenan bagi hasil sebagai ganti bunga. Misal anda menabung uang 1.000.000 dan menerima bagi hasil 40%. Terus perhitungannya bagaimana sehingga kita bisa mendapatkan tambahan uang di tabungan kita. Jadi keseluruhan akumulasi uang hasil dari tabungan tadi misal 60.000.0000 akan disalurkan ke peminjam, yang jika mendapatkan keuntungan misal 10.000.000. Dan misalkan bank diberikan keuntungan 5.000.000.

tambahan uang= 40/100 X 1.000.000/60.000.000 X 5.000.000

tambahan uang= bagi hasil(dalam persen) X Saldo tabungan/Total Tabungan X Keuntungan Bank.

Dari rumus di atas bisa dilihat bahwa tambahan uang yang didapatkan akan variabel berdasarkan keuntungan yang didapatkan bank.

Tapi kalo rugi bagaimana. klo misal pembiayaan tadi orang yang dipinjami tidak mendapat keuntungan atau rugi yang berarti bank juga tidak untun. maka kita juga tidak akan mendapatkan keuntungan.

37 Komentar »

  1. Acungan jempol saya berikan untuk bung Fuad atas uraiannya. Dengan adanya comment seperti ini, masyarakat yang membaca jadi bisa lebih bertambah wawasannya terhadap hal-hal baru. Disamping itu kita juga lebih bisa mengetahui kira-kira mana yang sudah diketahui masyarakat umum dan manalagi yang penting tapi belum dimengerti. Kebetulan saya ini orang Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI), jadi saya coba tambahkan masukan, mudah-mudahan dapat memberi manfaat. Kayaknya yang masih belum jelas adalah kalo bank syariahnya merugi. Sebenarnya tanggung jawab atas resiko kerugian tersebut adalah tanggungan bank sendiri, oleh karena bank yang memilih kepada siapa ia menyalurkan dananya. Deposan sebenarnya boleh tetap tenang-tenang saja menunggu dananya terus berkembang. Akumulasi dana yang disalurkan tentunya dalam skala besar, contohnya kalo BSMI menyalurkan ke FIF (Federal Investment Finance) yang merupakan group Astra yang menyalurkan kredit motor untuk perusahan maupun perorangan. Kerugian yang bisa timbul adalah jika kalo ada kredit yang macet. Kalo macet sedikit mah nggak usah sampe melibatkan deposan. Bank sendiri juga dari besarnya keuntungan yang diperoleh dapat menutup kerugian tersebut dengan mudah, jadi paling-paling tingkat keuntungannya yang berkurang. kecuali tentunya kreditnya pada macet kabeh. Tapi masak iya sampe begitu?! Nah, bank konvensional juga kalo kreditnya pada macet semua juga kagak bakalan bisa bayarin deposannya ‘kan?! Jadi nggak usah kuatir kalo bank rugi, bank syariah tetap menjamin deposito nasabah dan dapat memberikan keuntungan yang fixed sebagaimana halnya deposito di bank konvensional.

  2. fuad said,

    Maaf, cuma sudikit bertanya. kalo misal seperti itu, yang walaupun
    usaha rugi tetapi nasabah tetap untung malah menyalahi konsep
    bagi hasil yang diterapkan bank syariah? tolong penjelasannya

  3. zura said,

    “Dari penggunaan istilah ini sebenarnya sudah menggambarkan ideologi apa yang dianut oleh negara yang menggunakan istilah ini.”

    Memangnya menurut anda negara kita ini menganut ideologi apa? Negara ini bukan negara Islam kok.

  4. fuad said,

    Ideologi kapitalis matrealistis., praktek nya walaupun tertulisnya pancasila.

  5. Tun Razak said,

    setiap perdagangan yang tidak ada kemungkinan rugi maka dikatakan itulah riba… apaun namanya syariah consep atau konvenasional… kalo liat konsep dari saudara frans layanto.. bahawa nasabah tidak mungkin rugi “dalam kondisi normal” dalam arti kata tidak terjadi rush ato kredit macet atau apalah.. maka itu sama saja konsep riba….kalau mau melanggar aturan agama melanggar aja… nggak usah yang udah diharamkan oleh Allah di samar-samarkan sehingga jadi halal.. sungguh azab yang diberikan lebih pedih karena orang yang melakukan dan mengikuti fatwa tersebut merasa aman dari dosa sehingga tidak merasa perlu bertobat

  6. veri said,

    menurut saya konsep bagi hasil bukan samaran dari riba, karena menurut pandangan saya pengertian konsep bagi hasil lebih positif dari pada riba.

  7. Iwak said,

    Saya mo bwt skripsi soal bank syariah ni,, Tapi dikaitin ma komunikasi bisa gak! Mohon bantuannya, yan

  8. Ashadi said,

    menurut saya bagi hasil emang beda dari riba
    konsep bagi hasil seperti mas frans katakan emang harus ditela’ah dengan seksama bahwa dari uang yang dikumpulkan (deposan) kemudian disalurkan ke yang membutuhan kan banyak tuh (se-Indonesia)….yang merugi mungkin 10 ato 20 usaha sedangkan usaha yang lain untung (biasanya usaha yang untung lebih banyak)…..nah itu fungsinya prudential bank.. jadi bagi hasilnya nggak tetap bisa naik bisa turun….nah kalo semua uang deposan yang disalurkan ke pengusaha kemudian usaha rugi semua…berarti marketingnya yang geblek …ga’tau liat nasabah yang prospek..ato mungkin usahanya fiktif kali…hidup bank syariah

  9. DSP said,

    ya plg gak org yang nabung di bank syariah sudah berusaha untuk menghindari riba, insya alloh itu jauh lbh baik ketimbang orang yg menutup mata terhadap jual beli yg dilarang oleh Alloh (dlm hal ini riba).
    memang konsep mudharabah itu baik pemodal atau pelaku usaha (yg dimodali) harus sama-sama siap menanggung untung dan rugi secara bersama-sama, walaupun memang perlu dilakukan analisis kelayakan oleh bank terhadap yg mengajukan kredit. jika sudah layak dan ternyata qodarullah usahanya merugi tentu kerugian ditanggung bersama-sama. mungkin kalau terjadi keteledoran atau kecerobohan dari pelaku usaha sehingga usaha merugi bahkan jadi minus(dari modal), setahu saya sang pemodal blh menuntut hartanya sesuai yg diinvestasikannya.
    Wallahu ‘alam

  10. fuad said,

    Ya Alhamdulillah bank syariah sudah banyak di indonesia

  11. deni apriali said,

    gimana kalau bank syariah tidak menggunakan sistem bagi hasil?
    jd si penabung tidak mendapatkan tambahan apa-apa (bunga) malah yang seharusnya ada si penabung memberikan penghargaan berupa pembayaran atas jasa bank dalam menyimpan uangnya(mengamankan asetnya).

  12. ridwan said,

    apakah bisa pinjam modal usaha tanpa anggunan

  13. eno said,

    Aslkm Fuad…tulisannya bgus…hmm sedikit menggoreksi…atas kalimat kamu “Tidak akan melakukan transaksi yang haram,seperti meminjamkan uang untuk beli hak franchise “playboy” “, franchise disini juga ada akadnya dalam islam…yaitu musyarakah bil wujuh, yaitu berserikat dengan menggunakan nama baik. Ada pun transaksi haram disini misalnya meminjamkan uang ke penjual miras dan sebagainya. Good luck

  14. fuad said,

    ok, maaf2 ilmu ku memang masih kurang masalah bank syariah. Dulu cuma sempat baca 2-3 buku. trus coba2 nulis (waktu itu baru belajar ngeblog)

  15. riani said,

    aslm…
    makaci ya da berikan pencerahan..
    hehe. aku juga da baca 2 bku syariah punya pak antoni, tapi baca tulisan kmu yang simpli ini jadi padang/terang ni tentang bagi hasil syariah. thank ya…
    god luck buat skripsinya…….
    doain aku juga ya.. coz aku juga skripsi. hiikss, tapi blum nemu judul. judul kog nemu???

  16. fuad said,

    Sama2

  17. kw said,

    jadi menabung di bank syariah lebih berisiko rugi?
    :)

  18. Dear All,
    Untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang bank syariah, silahkan kunjungi http://www.bankbagihasil.wordpress.com

    Thanks&Regards,
    Ahmad Ifham Sholihin

  19. syahrul mulyadi said,

    adakah kesamaan modal bank syariah dengan bank konvensional yang ada,
    kalau tidak dari mana modal bank syariah didapat

  20. doni said,

    Assalamualaikum wr wb
    saya mau tanya sedikit nih. apakah bank syariah juga menyimpan duitnya di Sertifikat Bank Indonesia. kalo tidak salah SBI itu juga memberikan bunga yang kalo juga tidak salah bunga itu ujung ujungny berasal dari uang masyarakat ( sebagian besar dai pajak masyarakat)

  21. ubaidillah said,

    saya setuju dengan bang Deni

    ada yang tau nggak bank yang gak kasih bunga
    saya buka rekening di bank bukan buat cari untung, tapi cari kemudahan bertransaksi dan keamanan.
    dan yang paling penting jauh dari riba.
    Masak ya jaman sekarang simpen uang mesthi di bawah bantal

    Kalo bang Fuad mau bikin bank yang gak kasih bunga, saya bakal jadi nasabah pertama.

  22. ardy said,

    tahnkzzz…buat penjelasan tentang bank syariah..
    saya waktummembuat suatu persentasi itu punya tugas untuk membuat persentasi tentang perbedaan & persamaan bank syariiah dan bank konvesional…informasi tentang bank syariah lengkap banget..thankz..udah boleh ngambil penjelasannya….

  23. Mloonk said,

    Jika kalian beriman,
    renungkanlah…
    Jika kalian berilmu,
    pertimbangkanlah…
    Jika kalian pelajar,
    telusurilah…
    Jika anda bsa, jwblah… Lebih untung mana menabung di bank syariah atau konvensional?
    Lalu lebih rugi mna kalau meminjam…?

  24. Dicky Syahputra said,

    Diatas tlah sy baca tntang bagi hasil pada sbuah tabungan, maka sy ingin brtanya apakah sama tambahan yang diperoleh nasabah lain yang juga ikut menabung baik jmlahny sama atau lebih dalam akumulasi tabungan yang berjumlah Rp. 60.000.000,- tersebut?

  25. awalbarri said,

    kalo emang bank syari’ah labih bagus daripada bank konvensional. Kenapa banyak masyarakat yang masih menggandrungi bank konvensional daripada bank syari’ah?

  26. iffah said,

    hanya ingin berbagi..
    banyaknya orang yang masih menggandrungi bank konvensional membuktikan sedikitnya kesadaran manusia dalam memahami bang syariah. oleh karena itu para praktisi maupun akademisi harus bersatu dan membuat event menarik agar bank syariah mudah dipahami dan banyak yang tertarik dengan sistem yng ada..
    Sekian
    jazakumullah khair

  27. RANA said,

    MENGAPA BANK KONVENSIONAL LEBIH DIGANDRUNGI DARIPADA BANK SYARIAH??

    – menurut saya MORAL bangsa indonesia sudah Rusak..
    – jauh dari Prinsip Islamiyah..
    – Sudah tercemar dengan Moral bangsa barat
    – Knpa semua itu bsa terjadi ????

  28. Galih said,

    Dalam konsep memberikan pinjaman kepada saudara kita yg membutuhkan memang seharusnya kita tidak menarik riba. Karena saudara kita yg membutuhkan pinjaman pasti orang yg sedang mengalami kesulitan ekonomi, maka hendaknya janganlah kita menambahkan beban hidupnya dengan riba.
    Sedangkan dalam konsep membagi hasil, hendaklah kita konsisten, jujur dan adil. Sebagai nasabah di suatu bank yg menggunakan konsep bagi hasil, apakah kita benar2 layak mendapatkan uang bagi hasil dari keuntungan bank tersebut dengan partnernya? Toh, kita sebagai nasabah tidak bekerja sama sekali dalam proyek/perusahaan/joint venture antara bank tersebut dengan partnernya kan?Jadi apakah kita layak menerima sebagian kecil dari bagi hasil itu? Bukannya terkesan, kita seperti penanam modal atw pembeli saham dalam kerja sama bank tersebut dengan partnernya? Bahkan, maaf bagi saya nasabah seperti sedang berjudi. Nasabah pasang duitnya berupa tabungan/wadi’ah lalu bank yg bekerja keras dengan partnernya untuk mati2an mendapatkan keuntungan dari usaha/proyek/perusahaan yg mereka bangun. Bagus kalo ada untungnya, kalo rugi?

  29. Rahman said,

    Ya, klo berbicara mengenai bank baik itu konvensional maupun syariah tujuan akhirnya profit.

  30. abah Anchok said,

    Pada akhirnya semua emang kembali ke niat kita kok mas en mbak,
    percuma juga kita deposit ke be bank syariah kalo niatnya cari keuntungan. he he he aneh ya ?.
    Jika kita kembali renungkan tujuan akhir kita mencari ridha Allah maka mau ndak mau keduniaan emang ndak boleh dijadiin prioritas utama kita dalam hidup. Whatever, seperti apapun kemasannya jika emang niatnya mengakali hukum Allah Ta ‘ala maka kita tetap aja berada dalam jalan yang sesat.

  31. antokio said,

    br ngerti ne,,,,,,
    bank syariah , E GP ,
    “EMANG” ,gue pkirin,,,

    dlu kt emang g tau soal bank syariah
    tp skg kt tau,,, syariah tu bs bkin kt
    pham akn hal yg haq & batil ,

    go syariah go

  32. Adit said,

    Permasalahannya adalah mindset. Kita orang Indonesia sejak mengenal bangku pendidikan mulai dari Playgroup (kalau waktu saya lahir belum ada) atau TK sampai dengan bangku pendidikan Tinggi masih belum atau jarang yang memberikan kurikulum mengenai Perbankan Syariah (atau hanya Penjelasan tentang Perbankan Syariah juga sebenarnya sudah cukup). Sehingga anak2 sekolah mulai usia dini mindset-nya tidak “bunga” oriented melulu…tapi mereka akan memiliki pemahaman dasar mengenai perbankan syariah. Mereka akan tau, ooooo kalau menabung di Bank Syariah itu seperti ini tho…??? Dan……………….
    PEMERINTAH JUGA MESTINYA JANGAN OMDO (Omong Doang)…..Kalau memang mereka menggembar-gemborkanmengenai Posiifnya Perbankan Syariah….mengapa dana-dana pemerintah tidak disimpan di Perbankan Syariah ???? Nah lho…….

  33. Torik Fauzi said,

    Rahman berkata,

    Februari 19, 2009 pada 12:24 pm

    Ya, klo berbicara mengenai bank baik itu konvensional maupun syariah tujuan akhirnya profit.

    gw setuju man!

  34. ali said,

    sebenarnya ada g sich teori khusus tentang bagi hasil yang menghubungkan dengan tabungan kaya teori klasik gitu???
    apa sama aja teorinya???

  35. Ahmad Ifham said,

    Di Indonesia tidak mungkin ada bank syariah yang murni. Lha Bank Syariah kan masih ngikut regulasi BI, Depkeu, Dirjen Pajak, Bapepam – LK, dll deh. Produk juga masih ngikut2 bank konvensional.

    Regards,
    Ifham

  36. ari said,

    Ada tulisan yang aku baca di satu blog yg judulnya, adakah bank Islam di dunia ini. Isinya menyimpulkan gak ada yang bener-bener sesuai syariah Islam. Jenis-jenis simpanan maupun pinjaman dari bank yang katanya syariah dengan penjelasan dari Ulama-ulama besar, termasuk ulama dari Mesir, katanya pengertiannya tetap riba. Jadi haram juga.

  37. […] Bank Syariah June 2006 36 comments 5 […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: