Juni 7, 2006

Riba Dan Jual Beli

Posted in Kehidupanku pada 7:00 am oleh fuad

Secara sederhana riba adalah tambahan uang atau barang untuk suatu transaksi yang disyaratkan sejak awal. Dari pengertian ini maka bisa disimpulkan bahwa riba sama dengan bunga. Islam tidak membedakan kedua jenis istilah ini, tetapi menurut ilmu ekonomi barat kedua istilah ini berbeda. Menurut mereka riba adalah tambahan uang yang berlipat ganda sedang bunga adalah tambahan uang yang lebih sedikit dari riba. Untuk riba yang berlipat ganda hampir semua peradaban menentangnya, tapi tidak dengan bunga.

Di dalam islam riba dalam bentuk apapun diharamkan sedang jual beli dihalalkan mengapa demikian, karena pada jual beli “barang” yang diterima penjual dan pembeli senilai sedang pada riba tidak. Misal antara seorang penjual bakso dengan pembelinya. penjual bakso membeli bahan bahan untuk membuat bakso katakanlah seharga 200 lalu ia menjualnya kepada pembeli seharga 300. ini tidak dikatakan riba walaupun ada tambahan yang disyaratkan. Karena harga bahan bakso + pengolahan = harga jual bakso. Sedang pada riba jelas uang yang dipinjamkan > uang yang dikembalikan.

Selain itu pada Jual Beli penjual memiliki resiko kerugian jika barang yang ia bayarkan tidak laku. Tidak dengan bunga dimana rugi atau untung jumlah uang yang dibayarkan akan tetap sama.

Pada saat riba dan bunga diperlakukan sebenarnya akan terjadi penggalian jurang yang lebih lebar antara golongan miskin dengan kaya. Bayangkan saat seorang kaya yang mendepositokan uangnya ke bank lalu bank akan meminjamkan uangnya pada seorang miskin yang sedang membangun sebuah perusahaan. Si kaya hanya santai santai di rumah sedang si miskin harus bekerja keras. Apapun yang terjadi pada usaha si miskin untung atau rugi ia harus tetap membayarkan bunga pada bank yang akan di berikan pada si kaya. Hal ini tentunya keterlaluan padahal apa yang dimasukkan si kaya ke bank adalah merupakan kekayaan yang lebih dari kebutuhan pokoknya. Untuk kebutuhan produktif saja yang masih mungkin memberikan keuntungan bunga sudah keliahatan salahnya, apalagi untuk kebutuhan konsumtif. Contoh yang jelas bantuan dari negara negara kaya ke negara negara miskin seperti Indonesia. Bagaimana bisa negara yang untuk kebutuhan sehari harinya saja minjam, bisa membayar utang yang sangat besar. Hasilnya bisa dilihat negara miskin makin miskin negara kaya makin kaya.

6 Komentar »

  1. mohdmanaf said,

    saya ingin bertanya,begini..Saya ingin menjual barang,kepada sesaorang dan dia membeli dari saya,katakan harganya 100.Saya berkata kepada dia jika dia kenalkan kepada kawan dia dan kawan dia bersetuju membeli barang saya maka saya setuju memberikan 10/100.dari harga asal saya kepada pembeli yang pertama tadi sebagai tanda terima kaseh saya kerana dia memperkenalkan barangan saya kepada kawan nya,dan begitulah seterusnya kepada siapa saja yang menbeli melalui dia.Apa pandangan saudara mengenai pemberian saya itu?

  2. fuad said,

    Wah saya bukan ahli fiqh mas,belajar pun g pernah. Tulisan ku itu cuma hasil kesimpulan dari baca beberapa artikel

  3. […] Riba Dan Jual Beli June 2006 2 comments 4 […]

  4. Penjelajah ilmu said,

    Mungkin ini mencerahkan anda:
    http://www.mail-archive.com/fossei@yahoogroups.com/msg03326.html

  5. neilhoja said,

    @mohdmanaf: hal tersebut tidak apa2 dan dibolehkan. ini prinsipnya sama seperti agen..

    dalam fiqih, praktek semacam itu disebut simsar alias makelar.

  6. RudiniNet said,

    Sekedar pembanding, moga bermanfaat. Salam berkah :)

    http://www.rudininet.com/home/riba-vs-jual-beli/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: