05.25.07

Eclipse Plugin To Develop Joomla’s Component/Module

Ditulis dalam Java, komputer pada 7:45 am oleh fuad

Making module or component in Joomla is not trivial task. There are a lot things we must do to complete it. For example to make one module, developer must create xml configuration, helper file, module template, and module entry point. This project want to help Joomla user to develop module and component. This project provide an IDE that can simplify module/component development process. Instead of making from scratch, project will develop on top of Eclipse platform as a plugin and based on phpeclipse, popular php ide based on Eclipse.

How will this IDE help developer? first IDE will provide wizard to generate module/component’s infrastructure. For example if developer want to make Joomla module, wizard will generate entry point file, xml configuration, helper file, and module template. IDE also has code completion feature, so developer can easily see list of functions provided by Joomla and module/component testing feature. Testing feature will help developer see output of module/component which they develop.

Approach
-First focus how to support Joomla’s module development with this plugin. After all feature i propose complete i will continue develop for Component development.
-Using template to generate module/component’s infrastructure.
-Include complete Joomla distribution inside plugin, to make easy code completion and testing.
-Joomla API code completion is done by make Joomla API index from joomla distribution inside plugin.
-Module/Component testing is done by copy Joomla distribution and module/component to document path of web server that has installed on developer’s machine. And display it on web browser.

Goals
Develop Eclipse’s plugin that has feature:
1. Wizard to generate template, Wizard will generate project infrastructure to develop module/component.
2. Testing module/component.
3. Code Completion, User can easily see list of function’s provided by joomla and php with press <Ctrl>+<Tab> for example.
4. Xml Editor and php editor

Timeline
Week 1
Creating module’s wizard and module’s template
Week 2
Implement module testing
Week 3
Optimize module testing
Week 4
Implement module code completion, php editor, and xml editor
Week 5
Implement module code completion, php editor, and xml editor
Week 6
Creating component’s wizard
Week 7
Creating component’s template
Week 8
Implement component testing
Week 9
optimize component testing
Week 10
implement component code completion
Week 11
Add embed web server feature
Week 12
Add embed database server feature
Week 13
Testing
Week 14
Testing

About myself
-Student of gadjah mada university (http://ugm.ac.id)
-live and study in Indonesia
-Have a dream to be open source developer, now active in kuliaxproject (http://kuliax.org) as bugtracker manager
and Joomla in Google Summer Of code program.
-Using Linux since 2004
-Want to start open source company like mysql, Jboss, Redhat etc.
-fan of Debian (Real Free Operating System)

UGOS, bagaimanakah sebaiknya?

Ditulis dalam komputer pada 6:17 am oleh fuad

Menjelang akhir masa jabatan ku sebagai mahasiswa, proyek ugos yang sebenarnya telah berjalan dari setahun yang lalu (kalau di lihat dari ugos.ugm.ac.id) sekarang sedang panas dan ingin lebih digiatkan kembali. Asal muasal nya karena turunnya surat rektorat yang mendukung pemigrasian UGM ke perangkat lunak bebas dan open source (PLBOS).

Berita yang layak menjadi headline (menurutku) tetapi tampaknya kalah rating dari kontroversi pemilihan rektor. Padahal kalau proyek ini berhasil berapa banyak uang yang bisa dihemat dalam setahun. Selain itu pihak UGOS kali ini juga melibatkan pihak komunitas Linux. Seperti gula diberikan pada semut, jelas saja teman teman Jogxer (sebutan untuk pengguna Linux di Jogja) sangat antusias mendukung proyek ini.

Tapi jalan UGOS masih panjang, persetujuan Rektor hanya langsung berlaku pada institusi yang ada di bawah nya. Sedang untuk fakultas, pusat penelitian, dan unit pelayanan harus menunggu persetujuan kepala institusi masing masing.

Saya memiliki sedikit saran strategi tentang bagaimanakah sebaiknya migrasi dilakukan, mohon maaf jika ada hal-hal yang menurut pembaca kontroversial.

Pertama, dakwah open source harus digiatkan terutama pada petinggi-petinggi fakultas, pusat studi, MWA, dan Rektor (walaupun telah menyetujui). Kita harus membuat mereka paham betul tentang perlunya migrasi ke PLBOS. Minta bantuan orang-orang dekat petinggi yang peduli tentang PLBOS (misal pak jazi di MWA, pak BNP). Hal ini penting karena jika pimpinannya telah setuju maka untuk mengatasi bawahanyya akan lebih mudah. Selain itu kita juga bisa bekerja sama dengan BEM baik pusat maupun fakultas. Kita ungkapkan tentang berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh UGM hanya karena membeli software asli yang sebenarnya bisa diarahkan untuk kepentingan lain.

Selain dengan isu penghematan kita juga bisa mengangkat isu nasionalisme seperti yang diangkat Pertamina, atau memberikan kesadaran bahwa pambajakan sama dengan pencurian yang merupakan kejahatan dunia dan akhirat.

Untuk mendukung pencerahan PLBOS ke masyarakat diperlukan juga pengumpulan, pembuatan, dan penerjemahan dokumen-dokumen yang mendukung, seperti pasal-pasal KUHP yang mengancam para pembajak, Ayat Alquran dan Hadis nabi tentang pencurian, Testimonial dari orang-orang yang melakukan migrasi ke PLBOS dan berhasil, berita berita tentang negara lain seperti Cina, Vietnam, atau negara lain yang telah duluan melakukan migrasi dan alasan-alasan nya, serta perhitungan ekonomi migrasi tentang keuntungan jangka panjang melakukan migrasi (semacam ROI).

Kedua, distro yang ditawarkan harus spesifik terhadap tiap-tiap institusi dengan melihat software apa saja yang dibutukkan dan spesifikasi hardware yang mereka miliki. Keuntungan nya adalah optimasi baik dalam hal kecepatan booting, instalasi yang mudah dan cepat, dan dalam hal pengoperasian. Juga kalau memungkinkan diberikan fitur-fitur desktop 3D. Ini untuk memberikan kesan yang baik pada pengguna.

Ketiga, support yang diberikan harus maksimal baik seperti dukungan repositori (tempat download software-software PLBOS) yang lengkap, cepat, dan mudah diakses. Layanan konsultasi yang selalu siap selama jam kerja. Dan pendampingan pada masa awal migrasi, pendampingan ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum pengguna seperti “Kalau di Windows seperti ini, kalau di Linux cara nya bagaimana?”. Pertanyaan-pertanyaan sebaiknya dicatat oleh pendamping dan jika telah terkumpul bisa dijadikan help center.

Keempat, Dalam proses migrasi jika memungkinkan dan dibutuhkan ditawarkan software-software yang kira kira bisa bermanfaat bagi kinerja institusi yang bersangkutan. Seperti ditawarkan pembuatan server jabber sehingga untuk komunikasi lokal bisa dioptimalkan, atau penawaran instalasi software project collaboration/project management, atau yang lainnya.

Kelima, untuk masalah hardware yang belum memiliki driver di Linux bisa ditawarkan layanan penukaran hardware (hardware lama di jual lalu diberikan hardware yang baru) dengan yang lebih friendly dengan Linux.

Keenam, untukmasalah aplikasi yang tidak ada padanannya di Linux bisa dengan menggunakan emulator seperti wine atau jika ternyata tidak berjalan dengan baik. Dibelikan saja wine versi komersial seperti CrossOver Office atau Cedega. Walaupun beli tetapi tidak semahal beli Windows dan yang penting bisa berjalan di Linux.